WELCOME AND HAPPY READING

Tuesday, March 20, 2012

TEORI-TEORI TENTANG REMAJA.

1. Plato
1.1 Pendapat :
* Anak tidak sama dengan orang dewasa, karena ide-ide anak yang dibawa sejak lahir belum berkembang seperti orang dewasa
* Perkembangan sifatnya sangat individual & ditentukan oleh perkembangan rasio (akal), shg Plato menganjurkan dilakukannya pendidikan yang membebaskan rasio untuk berkembang seoptimal mungkin, dengan bimbingan orang dewasa ; mis : membiarkan rasa ingin tahu & antusiasme yang besar pada remaja. Bahkan membiarkan remaja mengkritik orangtua & lingkungan, krn kebutuhan mengkritik & mendebat sangat besar pada remaja dalam rangka mengembangkan rasio & daya berpikir kritis.

2. Aristoteles.
2.1. Tahap-tahap perkembangan jiwa :

a. Infancy (0-7 th)
b. Boyhood (7-14 th)
c. Young manhood (14-21 th)
2.2. Pandangan tentang remaja.
Remaja punya hasrat yang sangat kuat dan cenderung berusaha memenuhi semua hasrat-hasrat tsb tanpa membeda-bedakan hasrat yang ada pada tubuh mereka. Hasrat seksual yang paling mendesak, dan dalam hal ini remaja seringkali menunjukkan sifat hilangnya kontrol diri.

3. J.J. Rosseau (Romantic Naturalism) 3.1. Pandangan tentang manusia
- Yang terpenting dalam perkembangan jiwa manusia adalah perkembangan perasaannya (Romantic Naturalism). Perasaan harus dibiarkan berkembang bebas sesuai dengan pembawaan alamiahnya (natural development) yang berbeda dari satu indv. dgn indv. yang lain (individualism)
- Perkembangan individu (ontogeny) merupakan ringkasan (recapitulates) dari perkembangan makhluk (pylogeny).

3.2. Tahap-tahap perkembangan jiwa :
a. Infancy (0-4 atau 5 th). Infancy dianalogikan dengan tahap evolusi dimana manusia masih sama dgn binatang (di dominasi pleasure & pain/unplesure)
b. Savage stage / usia bandel (5-12 th). Mencerminkan era manusia liar/manusia pengembara. Perasaan didominasi oleh keinginan utk bermain-main, lari-lari, loncat-loncat (melatih ketajaman indra & ketrampilan anggota tubuh). Akal masih sangat kurang sehingga belum perlu diberi pendidikan formal.
c. Masa bangkitnya akal, nalar dan kesadaran diri (12-15 th). Mencerminkan era perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa ini energi & kekuatan fisik tumbuh luar biasa, keinginan mencoba-coba berbagai hal menjadi dominan.
d. Adolescence Proper/ masa kesempurnaan remaja (15-20 th). Era manusia modern. Puncak perkembangan emosi. Egosentris menjadi sosiosentris dan kooperatif. Mulai muncul dorongan seks

4. G. Stanley Hall / Bapak Psikologi Remaja (1844 – 1924).
4.1. Tahap-tahap perkembangan manusia
a. Infancy (0-4) mencerminkan tahap hewan dari evolusi manusia
b. Chilhood (4-8) mencerminkan manusia liar, menggantungkan hidup pada berburu dan mencari ikan
c. Youth atau preadolescence (8-12 ) mencerminkan era manusia yg sudah mengenal kebudayaan, tapi masih tetap setengah liar
d. Adolescence (12-25) masa badai topan (Strum and drung), mencerminkan kebudayaan modern yg penuh gejolak akibat pertentangan nilai-nilai

4.2. Pandangan tentang remaja
a. Perkembangan psikologis remaja dipengaruhi oleh sruktur genetik dari generasi kegenerasi/ sesuai dengan spesiesnya (mengakui konsep ontogeny dan pylogeny); dan juga faktor situasi dan budaya
b. Remaja disemua bangsa yang menjalani masa transisisi mengalami periode “Storm and Stress”.→menunjukkan sikap menentang orang yang lebih tua, ekspresi emosi yang bersifat personal dan juga ekspresi emosi sedih
.
5. Peter Blos (1962)
5.1. Pendapat tentang remaja
Perkembangan hakikatnya adalah usaha coping: usaha secara aktif mengatasi stres dan mencari jalan keluar dari berbagai masalah.

5.2. Tahap penyesuaian diri pada masa remaja
a. Early adolescence . Pada masa ini remaja masih bingung dengan perubahan yang terjadi pada dirinya dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, mudah terangsang secara erotis. Kepekaan yang berlebihan thdp hal-hal yg erotis dan kurangnya kendali terhadap ego menyebabkan remaja sulit ’’mengerti’’ dan ’’dimengerti’’ oleh orang dewasa.
b. Middle adolescence. Remaja sangat membutuhkan teman. Ada kecenderungan narcistic ( menyukai dirinya sendiri, menyukai temen-teman yang punya sifat-sifat sama dengan dirinya). Masih bingung menetukan pilihan dlm bersikap ; peka atau tidak peduli, ramai-ramai atau sendiri, optimis atau pesimis, idealis atau oportunis, dll. Remaja pria harus membebaskan diri dari Oedipus Complex (perasaan cinta pada ibu sendiri pd masa kanak-kanak) dengan mempererat hub. dengan teman-teman dari lain jenis.
c. Late adolescence. Tahap ini ditandai dengan pencapaian 5 hal:
1. Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek
2. Ego mencari kesempatan bersatu dgn orang lain dan mencari pengalaman-pengalaman baru.
3. Terbentuk identitas seksual yang sudah tidak bisa dirubah lagi
4. Egosentrisme diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dan orang lain.
5.Tumbuh “dinding“ pribadi yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (the public).

6. Albert Bandura (Teori social learning).
  1. Peran budaya dan lingkungan sangat penting dalam perkembangan remaja.
  2. Perlunya model untuk ditiru / berimitasi pada model yang dipilih.
  3. Reinforcement menjadi motivasi bagi remaja untuk bertingkah laku sesuai harapan masyarakat.

7. Erik Erikson ( Teori Perkembangan Identitas)
  1. Ciri khas remaja : belum memiliki identitas yang jelas dan dia mengalami krisis identitas.
  2. Kematangan identitas dipengaruhi oleh; 1) crisis :situasi yg menunjukkan seseorang secara aktif dihadapkan pada pilihan alternatif pada berbagai situasi, 2) komitmen : tingkat keterlibatan seseorang pada berbagai hal, misal : pendidikan, pekerjaan, kepercayaan dan keyakinan, dll.
  3. Struktur taksonomi identitas remaja menurut J. Marcia meliputi :
    • Identity difused : kebingungan dlm menentukan identitas diri .
    • Foreclosure subject : tdk mengalami krisis identitas tetapi mampu membuat komitmen (komitmen diperoleh dari nilai-nilai leluhur yg dipegang kuat oleh individu)
    • Moratorium subject : Saat subyek mengalami krisis yakni saat subyek secara aktif menghadapi tantangan untuk mendapatkan identitas dirinya
    • Identity achieve : individu mengalami krisis tetapi dapat menyelesaikannya sendiri. Hasilnya dia dpt melakukan resolusi terhadap krisis melalui komitmen pada tugas, agama dan sistem penilaian diri, serta mampu menyelesaikan masalah yg dihadapi

8. Havighurst (Teori Tugas-tugas Perkembangan)
8.1. Perjalanan hidup seseorang ditandai oleh adanya tugas-tugas yang harus dapat dipenuhi.
8.2. Hubungan tugas-tugas perkembangan dengan pendidikan → teachable moments. 8.3. Hubungan tugas-tugas perkembangan dengan konsep diri
8.4. Tugas-tugas perkembangan dipengaruhi budaya
8.5. Tugas-tugas perkembangan masa remaja
  • Menerima keadaan jasmaniah
  • Menerima peran jenis persiapan perkawinan dan mempunyai keluarga
  • Belajar lepas dari orang tua secara emosional → Mondig / emansipasi → proses mencari identitas → Originalitas remaja
  • Belajar bergaul dgn kelompok remaja laki-laki/perempuan
  • Belajar bertanggung jwb sbg warga negara
  • Menginginkan & mencapai tingkah laku yg bertanggung jwb social
  • Perkembangan skala nilai secara sadar , perkembangan gambaran dunia secara adekuat
  • Persiapan diri secara ekonomis, pemilihan dan latihan jabatan








No comments:

Post a Comment