WELCOME AND HAPPY READING

Tuesday, September 11, 2012

PANDANGAN KAUM ORIENTALIS TERHADAP TASAWUF


            Ignaz Goldziher salah satu kaum orientalis yang berpendapat bahwa tasawuf mempunyai dua aliran. Aliran pertama :asketisisme ( Zuhd ) ini mendekati islam secara ahlussunnah, sekalipun tampak pula terkena dampak asketisisme masehi. Kedua : tasawuf dalam pengertian yang luas maupun segala ucapan yang berkaitan dengan pengenalan terhadap ALLAH(Ma”rifat) keadaaan rohaniah ( hal ) dan rasa (dzawq ). Ini merupakan dampak Neo-Platonisme dan ajaran-ajaran budhaataupun hindu yang menyebabbkan tasawu ini terpengaruh dampak masehi.
            Asketisisme dalam islam justru tidak berarti menjauhi secara penuh hal-hal duniawi, tapi bermakna menghindari terbuai olehnya agar tidak menjadi perebutan yang membawa kepada kerusakan. Golziher mengemukakan bahwa Nabipun melarangsebagian sahabt-sahabatnya berlebih-lebihan dalam ibadah mereka. Sehingga Goldziher mengatakan : benar, dalam dokumen-dokumen agama islam seringkali ditemukan buklti-bukti pengingkaran, yang jelas dan gambling terhadapa asketisisme yang kelewat batas, yang dituntut oleh hokum syara’. Ia jua menyamakan ajaran Nabi dengan teori aristoteles , yaitu sikap-jalan tengah dalam segala persoalan.
            Kebanyakan dari para orientalis menganggap tasawuf tersebut merupakan sumber yang disempurkan oleh para sufi melalui pemmikiran mereka sendiri, seperti AL-QUR’AN.hal ini membuat para orientalis lipa bahwa agama islam meruakan penyempurnaan dari agama yang lain.
            Nicholson juga berpendapat adalah tasawuf adalah suatu ilmu yang tak dapat dipelajari. Salah satu kasu yang diargumentasikan Nicholson adalah terhadapa asketesisme RABI’AH ( salah satu Sufi dari bashrah yang terkenal kezuhudan dan kewzra’annya) yaitu “pentingnya kedudukan Rabi’ah al- Adawiyah dikarenakan dia menandai asketesisme Hasan al Bashri yang coraknya adalah takut. Sedangkan Rabia’ah melengkapinya dnegan unsure cinta, yang menjadi sarana manusia dalam merenungkan keindahan ALLAH yang abadi.
Namun sayangnya para kaum orientalis dalam menyebarkan kelimuan tasawuf bukan murni karna keihklasan mereka seperti para Sufi yang benar-benar ikhlas itu disebabkan karna kecemburuan mereka terhadapa agama islam pada masa keemasan islam yang berhasil mendominasi bidang poltik,ekonomi,keamana, dan kelimuan. Ditambah lagi dengan peristiwa perang salib. Sehingga mengobarkan semangat mereka untuk menghancurkan agama islam melalui tasawuf. Karena mereka sendiri sadar bahwa agama islam tidak bisa di perangi dengan pedang, namun dengan Do’a, Kasih dan Cinta. Sehingga para kau orientalis menjadikan tasawuf sebagai alat untuk menghancurkan islam. Pada awalnya mereka memuji tasawuf dan mengakui keilmuannya sehingga ada yang tertatrik kemudian mereka menanamkan bahwa taswuf merupakn keilmuan yang berasal dari yunani. Banyak kita temukan diluar sana para kaum misionaris yang masuk kedalam islam untuk mencari tau semghanat ornag islam dan melihat celah untuk menghancurkannya. .mereka juga tidak segan-segan melakukan pembabtisan pemikiran terhadapa kaum muslim.

No comments:

Post a Comment